Arsip Kategori: IPTEK

Pengetahuan Akan Bertambah

Sekitar 2500 tahun yang lalu, pada masa kerajaan Media-Persia, seorang malaikat memberitahu nabi Daniel, “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Dan. 12:4). Kita sedang melihat penggenapan yang dramatis akan hal ini pada zaman kita. Penemuan-penemuan baru termasuk berikut ini:

(1) Sistem software baru untuk mengenali wajah manusia dapat mengenali 36 juta wajah per detik (“Video: Face-Recognition System,” Popular Science, 23 Maret 2012). Sistem Hitachi Kokusai dapat memonitor input video dari seluruh dunia secara live, memindai (scan) untuk mencari wajah tertentu, dan dapat melacak individu yang dimaksud jika dia muncul dalam video manapun.

(2) Seseorang yang berbaring dalam sebuah mesin fMRI telah mengontrol sebuah robot hanya dengan cara berpikir (“Robot Avatar Body,” New Scientist, 6 Juli 2012). Tujuannya adalah memberikan orang kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia menggunakan tubuh lain. Orang tersebut berada di Advanced Virtuality Lab di Pusat Interdisciplinary di Herzliya, Israel, sementara robotnya berada di Beziers Technology Institute di Perancis. Baca lebih lanjut

Otak Memperbaiki Diri Sendiri

Berikut ini disadur dari Creation Moments: “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut” (1 Raj. 4:29). Salah satu organ dalam tubuh manusia yang paling banyak diselidiki, tetapi yang paling tidak dimengerti adalah otak. Otak manusia adalah kumpulan materi yang paling kompleks di seluruh alam semesta. Ada banyak teori mengenai bagaimana cara kerja otak, tetapi satu fakta yang diakui umum adalah bahwa otak lebih sensitif terhadap kerusakan dibandingkan organ lainnya. Para ilmuwan yang mempelajari otak telah menemukan bahwa ketika otak menerima kerusakan, ia akan memicu dikeluarkannya zat-zat kimia yang sangat spesial, yang disebut faktor-faktor neuronotrophic. Walaupun para peneliti tidak yakin bagaimana cara kerja zat-zat kimia ini, penelitian menunjukkan bahwa zat-zat ini sepertinya membantu otak memperbaiki dirinya sendiri. Mereka percaya bahwa setiap zat kimia yang berbeda bekerja untuk memperbaiki struktus yang spesifik di otak. Para peneliti medis terus mempelajari faktor-faktor ini dengan harapan menggunakan versi buatan dari zat-zat ini untuk membantu mereka yang mengalami kerusakan otak karena stroke atau trauma. Mereka berharap dapat belajar dari tubuh manusia, bagaimana membantu tubuh untuk melakukan apa yang tubuh itu ingin lakukan. Tentunya pengetahuan biokimia yang sangat tinggi diperlukan untuk membuat suatu cara bagi otak untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan ini tidak mungkin muncul dari materi itu sendiri. Hanyalah Pencipta yang mahakuasa dan maha berhikmat – Pencipta yang diperkenalkan dalam Alkitab – yang dapat membuat sistem ini. Tetapi kita melihat bukan hanya HikmatNya. Karena karunianya kepada kita berupa kemampuan otak memperbaiki diri sendiri juga menunjukkan kasihNya. Bentuk yang tertinggi dari kasihNya itu dapat ditemukan dalam Yesus Kristus. (Berita Mingguan Way Of Life, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw, Th.D)

GPS Saraf Merpati

Penyelidikan-penyelidikan baru telah menunjukkan bahwa neuron-neuron dalam otak burung merpati mengandung kode arah medan magnet bumi, “memberikan burung-burung tersebut sistem GPS internal yang alami” (“Neurons in Bird Brains Encode Earth’s Magnetic Field,” Popular Science, 26 April 2012). Penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuwan di Baylor College of Medicine ini menggunakan penanda gen untuk mengidentifikasi kapan neuron-neuron teraktivasi sebagai respons terhadap sinyal-sinyal magnet artifisial yang dibuat mirip dengan medang magnet bumi. Intelijensi yang diperlukan untuk mendesain sistem biologis seperti ini sungguhlah tidak dapat dibayangkan. Apakah yang diketahui oleh “seleksi alam” tentang medan magnet? Bahkan jika ada sesuatu yang bisa disebut “seleksi alam,” proses ini hanya dapat menyeleksi dari kumpulan sifat genetik yang sudah ada, dan tidak memiliki kuasa untuk menciptakan. Saya telah melakukan riset di banyak sekali museum-museum sejarah yang penting di Amerika Utara, Inggris, Eropa, dan Australia, dan tidak ada setitik pun bukti ilmiah yang sudah mapan bahwa burung berevolusi. Pada kenyataannya, segala sesuatu tentang burung merpati adalah bukti adanya Pencipta yang Mahakuasa. Betapa sungguh konyol untuk berpikir bahwa burung yang dapat hidup, bernafas, melihat, berpikir, terbang, dan berkembang biak, dapat jadi demikian karena “berevolusi.” Segala sesuatu tentang makhluk yang luar biasa ini – mulai dari sel-sel hidupnya hingga ke bulunya dan sistem pernafasannya yang unik – menyerukan “Pencipta, Pencipta, Pencipta!” Benarlah yang dikatakan Alkitab, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:20). (Berita Way Of Life, diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw, Th.D)

Rambut di Kepalamu

Berikut ini dari Creation Moments, 21 Des. 2011, http://www.creationmoments.com: “Bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Luk. 12:7). Untuk menunjukkan bahwa sang Pencipta secara intim terlibat dengan ciptaanNya, Yesus Kristus mengatakan bahwa jumlah rambut kepala kita terhitung oleh Dia. Ini berarti tidak ada detil yang terlalu kecil yang lolos dari perhatianNya; tidak ada perubahan yang akan luput dari mataNya yang memperhatikan dan mengasihi. Rambut yang anda lihat hari ini sebenarnya tidak lebih dari protein mati yang dihasilkan oleh sel-sel dalam folikel rambut, yang tertanam dalam lapisan kulit. Total jumlah folikel rambut pada tubuh seorang dwasa adalah sekitar 5 juta; hanya sekitar 100.000 yang berada di kepala. Setiap rambut tumbuh keluar dari salah satu folikel selama sekitar tiga hingga lima tahun. Kemudian rambut itu akan dibuang dan folikel itu akan beristirahat sekitar tiga bulan sebelum mulai menumbuhkan rambut lagi. Jadi, lihat, begitu kita bisa tahu jumlah rambut di kepalamu, tetap tidaklah mudah untuk terus memantau angka yang berubah-ubah ini. Rata-rata rambut kepala tumbuh sekitar 2,5 cm dalam dua hingga tiga bulan. Itu berarti bahwa setiap hari, di kepalamu tumbuh rambut sepanjang 30 meter – yaitu sekitar 10 km per tahun! Ya, itu benar – sang Pencipta begitu peduli tentang engkau sehingga Ia tahu pada setiap saat, berapa jumlah rambut di kepalamu. Dia tidak menciptakan dunia ini untuk lalu meninggalkan kita menjalani alam semesta dan kehidupan sendirian. Dia bahkan telah menyatakan kasihNya dan tujuanNya bagi anda dalam kata-kata Alkitab. Lihatlah pada hari ini apa yang Kitab Suci katakan tentang AnakNya, yang mengasihimu sedemikian rupa sehingga Ia telah memberikan nyawaNya bagimu!” (Berita Mingguan GITS 28 April 2012, sumber: http://www.wayoflife.org, diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw, Th.D)

Bakteri Menghasilkan Lem Paling Kuat

Suatu bakteri, yang disebut Caulobacter crescentus, menghasilkan salah satu zat adhesif (lem) yang paling kuat di dunia, dan menggunakan lem tersebut untuk menempelkan dirinya sendiri di lingkungan yang basah. Hal ini telah ditemukan baru-baru ini oleh riset menggunakan video mikroskop. Bakteri itu sendiri memiliki dua tahap kehidupan, yang pertama adalah saat ia berenang di lingkungannya dengan didorong oleh flagellum, dan tahapan yang berikut adalah saat ia menanamkan dirinya sendiri ke permukaan yang basah. Pada tahap ini, mekanisme pembuatan semen (lem) dan penguncian diri yang kompleks, menggantikan flagellum yang juga sangat kompleks. Riset ini dapat membantu para ilmuwan dalam pengembangan segala sesuatu, mulai dari pencuci WC sampai krim antibakteri (“Video Microscopy Unveils the Tricks of Nature’s Toughest Glue,” Popular Science, 10 Feb. 2012). Kehidupan sangatlah kompleks di setiap level-nya. Sebuah sel hidup mengandung suatu dunia kompleksitas yang hanya dapat dimengerti samar-samar oleh ahli ilmuwan yang paling pintar sekalipun. Konsep evolusi bahwa kehidupan tiba-tiba muncul dari benda-benda mati dan berkembang dari “sederhana” hingga “kompleks” sama sekali dan secara total terbukti salah oleh ilmu pengetahuan modern bagi siapapun yang memiliki mata untuk melihat dan hati untuk mengerti.