Arsip Bulanan: Maret 2012

MENGAPA GEREJA-GEREJA ALKITABIAH TIDAK SEHARUSNYA MEMAKAI MUSIK DARLENE ZSCHECH

Darlene Zschech (dibaca: check) adalah salah satu suara yang paling prominen dalam gerakan musik Kristen kontemporer. [EDITOR: Salah satu lagu Darlene Zschech yang populer di Indonesia adalah Shout to the Lord] Dia adalah seorang Pantekosta-Kharismatik yang radikal. Selama 25 tahun dia menjabat sebagai “gembala sidang bagian penyembahan” di Hills Christian Life Centre di Sydney dan saat ini dia adalah gembala sidang senior (bersama suaminya) di Church Unlimited. Salah satu tema besar Zschech adalah pentingnya persatuan ekumenikal. Dia mengatakan bahwa CCM (Contemporary Christian Music) adalah “suara gereja yang bersatu, yang berpadu bersama” (dari sampul album “You Shine”). Dia benar mengenai CCM sebagai jantung dari persatuan ekumenikal hari ini, tetapi orang-orang yang percaya Alkitab menyadari bahwa “gereja yang bersatu” ini adalah Pelacur yang dinubuatkan di Kitab Suci seperti dalam 2 Timotius 3-4 dan Wahyu 17. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2004 dengan majalah Christianity Today, Zschech mengindikasikan bahwa dia merasa nyaman berada di “gereja Katolik, di United Church, di gereja Anglikan, dan di banyak gereja-gereja lain” (“Zschech , Please,” 4 Juni 2004). Zschech dan Hillsong menggelar pertunjukan di Roman Catholic Youth Day di Sydney pada tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir waktu itu dan melakukan misa kepausan pada hari terakhir extravaganza tersebut. Zschech berpartisipasi dalam acara Harvest ’03 di Newcastle, NSW, sebuah konser rock ekumenikal yang menyatukan berbagai jenis gereja, termasuk Presbyterian, Sidang Jemaat Allah, Anglikan, Advent, Church of Christ, dan Roma Katolik (“Hunter Harvest — Rock Evangelism,”). Seorang gembala sidang dari Gereja Sidang Jemaat Allah yang ikut hadir menyatakan, “Proses pembangunan jembatan antar gereja luar biasa.” Pada kenyataannya, yang terjadi adalah kekacauan rohani dan ketidaktaatan yang jelas terhadap Kitab Suci (misal Matius 7:15; Roma 16:17; 2 Korintus 6:14-18; 1 Timotius 4:1-6; 2 Timotius 2:16-17; 3:5; 4:3-4; dll.) Firman Allah memerintahkan kita untuk berjuang mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3), namun denominasi-denominasi yang disebutkan di atas memegang lusinan doktrin-doktrin sesat yang bertentangan dengan iman tersebut. Musik Zschech juga memproklamasikan theologi hujan akhir musim yang salah itu. Sebagai contoh adalah “I Believe the Present” dari album Shout to the Lord dan “Holy Spirit Rain Down.” Lagu yang terakhir disebut ini mulai dengan: “Holy Spirit, rain down, rain down/ Oh, Comforter and Friend/ How we need Your touch again/ Holy Spirit, rain down, rain down.” (Roh Kudus, turunlah dalam hujan, turunlah dalam hujan/ Oh, Penghibur dan Sahabat/ Betapi kami memerlukan sentuhanMu lagi/ Roh Kudus, turunlah dalam hujan, turunlah dalam hujan). Di manakah dalam Kitab Suci kita diinstruksikan untuk berdoa kepada Roh Kudus? Sebaliknya, Tuhan Yesus Kristus mengajar kita untuk berdoa kepada Bapa (Mat. 6:9). Gerakan kharismatik tidak dalam ketaatan kepada Firman Allah dan sama sekali tidak peduli bahwa tidak ada dukungan Alkitab bagi doa seperti ini. Sobat, musik Kristen kontemporer bukan berasal dari suatu vakum rohani. Ini adalah hari-hari penipuan rohani dan kesesatan; dan berada di tengah-tengah kesesatan itu adalah gerakan Kharismatik. Penglihatan-penglihatan mereka adalah palsu; doktrin mereka rusak; prakteknya adalah kekacauan dan kebingungan. Namun ia adalah salah satu elemen gerakan ekumene yang paling kuat. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestant, Baptis, Pantekosta, dan Gerakan Emerging dalam suatu persatuan tidak kudus antara kebenaran dan kesesatan. Gereja-gereja Baptis Fundamental dan alkitabiah yang memakai musik pujian kontemporer kharismatik akan mendapatkan bahwa musik ini akan segera mengubah karakter gereja fundamental manapun. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran, tetapi kita tidak perlu gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah sebagai pandu. Saya tidak menyangsikan bahwa Darlene Zschech sangat tulus dalam apa yang dia kerjakan, tetapi dia dan teman-teman kharismatiknya tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. (Berita Mingguan 19 Februari 2011, sumber: http://www.wayoflife.org)

BAGAIMANA SUAMI DAPAT MENGASIHI ISTRI

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Ef. 5:25). Perhatikan berbagai cara seorang suami dapat mengasihi istrinya:

(1) Dengan mengucapkan kasihnya dan mengekspresikan kasih kepadanya dalam cara-cara yang dapat dirasakan (Ef. 5:25).

(2) Dengan tidak bersikap pahit atau penuh kritikan kepadanya (Kol. 3:19; Ef. 5:28-29).

(3) Dengan setia kepadanya dalam hal moral (Ibr. 13:4).

(4) Dengan menyediakan kebutuhannya dan keluarga (1 Tim. 5:8).

(5) Dengan membantunya belajar Alkitab dan bertumbuh secara rohani (Ef. 5:25-26) (memimpin keluarga setia bergereja, membaca Alkitab bersama, membantunya dalam hal renungan pribadi, membagi pikiran-pikiran tentang Tuhan).

(6) Dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya (Ef. 5:28) (makanan yang baik, kebutuhan kesehatan, vitamin, olahraga).

(7) Dengan memimpin dan mengawasi pendisiplinan dan pendidikan anak-anak (Ef. 6:4).

(8) Dengan mengerti dan bersimpati dengan kelemahan-kelemahannya (1 Pet. 3:7).

(9) Dengan menjaga kesaksian Kristiani yang baik sebagai contoh baginya sehingga dia tidak pernah perlu malu (Ams. 12:4 benar bagi suami selain untuk istri).

Bakteri Menghasilkan Lem Paling Kuat

Suatu bakteri, yang disebut Caulobacter crescentus, menghasilkan salah satu zat adhesif (lem) yang paling kuat di dunia, dan menggunakan lem tersebut untuk menempelkan dirinya sendiri di lingkungan yang basah. Hal ini telah ditemukan baru-baru ini oleh riset menggunakan video mikroskop. Bakteri itu sendiri memiliki dua tahap kehidupan, yang pertama adalah saat ia berenang di lingkungannya dengan didorong oleh flagellum, dan tahapan yang berikut adalah saat ia menanamkan dirinya sendiri ke permukaan yang basah. Pada tahap ini, mekanisme pembuatan semen (lem) dan penguncian diri yang kompleks, menggantikan flagellum yang juga sangat kompleks. Riset ini dapat membantu para ilmuwan dalam pengembangan segala sesuatu, mulai dari pencuci WC sampai krim antibakteri (“Video Microscopy Unveils the Tricks of Nature’s Toughest Glue,” Popular Science, 10 Feb. 2012). Kehidupan sangatlah kompleks di setiap level-nya. Sebuah sel hidup mengandung suatu dunia kompleksitas yang hanya dapat dimengerti samar-samar oleh ahli ilmuwan yang paling pintar sekalipun. Konsep evolusi bahwa kehidupan tiba-tiba muncul dari benda-benda mati dan berkembang dari “sederhana” hingga “kompleks” sama sekali dan secara total terbukti salah oleh ilmu pengetahuan modern bagi siapapun yang memiliki mata untuk melihat dan hati untuk mengerti.

Pemusik CCM Mengatakan Bahwa Penyembahan Kontemporer Adalah Jembatan Menuju Dunia

Pemimpin “penyembahan” kontemporer, Nick Herbert, mengatakan bahwa musik pujian harus “berhubungan dengan budaya sekeliling kita dan mencoba menjembatani antara musik yang kita dengarkan dan nikmati di luar gereja dengan musik yang kita dengarkan dan mainkan di dalam gereja” (“New Sound, Same Spirit,” WorshipCentral.org, 4 Okt. 2011). Ini adalah bukti dari apa yang telah kami peringatakan selama ini, bahwa CCM adalah jembatan antara Kristus dan dunia dan oleh karena itu tidak alkitabiah dan sangat berbahaya. Rasul Paulus mengatakan bahwa musik orang percaya haruslah “rohani,” yang berarti terpisah bagi Allah, bersifat kudus, bukan duniawi (Kol. 3:16). Tidak seperti imam-imam yang akan melayani di masa Millennium, khalayak ramai CCM tidak mau “mengajar umat-Ku tentang perbedaan antara yang kudus dengan yang tidak kudus dan memberitahukan kepada mereka perbedaan antara yang najis dengan yang tahir” (Yeh. 44:23). Joy Williams mengatakan, “Saya percaya kepada kuasa nuansa dan membagikan suatu cerita yang emosional tanpa mengejanya. …Saya mendapatkan bahwa diri saya sendiri tertarik kepada nuansa karena saya merasa bahwa dalam hal itulah saya telah dipengaruhi oleh musik. Ambil contoh Sigur Ros: Saya bahkan tidak tahu apa yang mereka katakan, tetapi musiknya menggerakkan saya dan membangkitkan emosi dalam diri saya, dan saya merasakan ada kemuliaan di sana” (“Finding Her Own Voice,” Christianity Today, 3 Maret 2009). Ini adalah mistikisme yang buta, dan adalah salah satu elemen pemersatu dalam kesesatan akhir zaman, bersama dengan kharismatikisme dan doa kontemplatif.

Anjuran Prinsip Tentang Musik Gereja

Baru-baru ini kami menerima permintaan berikut: “Ayah saya meminta saya untuk menulisimu dan meminta jika kamu punya suatu pernyataan tentang standar musik yang dapat kami pakai dalam merancang undang-undang dasar gereja kami. Musik telah menjadi topik yang sedemikian besar di zaman in isehingga ia merasa, sebagai gembala sidang senior, bahwa kami memerlukan suatu pernyataan yang jelas dan bersifat prinsipil dalam undang-undang kami.” Saya (Dr. David Cloud) mengirimkan yang berikut ini, yang adalah revisi dari pernyataan yang kami pakai dalam gereja-gereja kami di Asia Selatan: 1. Musik gereja haruslah mengajarkan doktrin yang benar (Kol. 3:16). Kata-kata dalam lagu-lagu haruslah benar dan sesuai dengan pengajaran Alkitab. Kebanyakan Musik Kristen Kontemporer (MKK atau CCM) tidak dapat diterima karena mengekspresikan filosofi ekumenis kharismatik atau menyampaikan pesan yang tidak jelas yang tidak memiliki kekuatan atau kejelasan doktrin. 2. Musik gereja harulah kudus atau terpisah dari dunia (Ef. 5:19; Rom. 12:2; 1 Yoh. 2:15-16). Ini berarti bahwa musik gereja tidak akan terdengar seperti musik populer yang dimainkan di radio atau musik yang dunia pakai untuk menari dan minum-minum dan berpesta. Musik gereja kita tidak akan memakai backbeat atau bentuk-bentuk lain sinkopasi dansa, karena hal-hal ini telah selalu diasosiasikan dengan sensualitas dan telah menjadi bagian yang sexy dalam musik pop. Kami percaya bahwa tidaklah bijak untuk memakai drum (kecuali dalam orkestra) dan gitar listrik dalam musik gereja, karena alat-alat musik ini mudah sekali dipakai dalam gaya musik pop. 3. Musik gereja tidak boleh meminjam dari dunia musik kontemporer Kristen, karena musik kontemporer Kristen adalah salah satu bahan baku pembangunan gereja esa sedunia yang sesat dan adalah perwakilan dari suatu roh yang asing (1 Kor. 10:21; Ef. 5:11; 2 Tim. 3:5; Wah. 18:4). Hal ini nyata dari pemeriksaan terhadap sejarah musik ini dan juga kehidupan dan kepercayaan para musisi kontemporer seperti yang sudah kami lakukan dalam buku Directory of Contemporary Worship Musicians. 4. Musik gereja tidak boleh didesain untuk menghasilkan suatu pengalaman mistik gaya kharismatik (1 Pet. 5:8). Tujuan dari musik kharismatik adalah menghasilkan suatu penyembahan yang berlandaskan pada pengalaman subjektif dan untuk mencapai ini para “penyembah” kontemporer menggunakan musik dengan ritme dansa yang kuat, urutan-urutan chord yang tidak genap, pengulangan musik berkali-kali, dan modulasi elektrik sehingga orang-orang dapat terbawa oleh musik secara emosional. Alkitab memberitahu kita untuk tetap waspada dan tidak membiarkan apapun mengikat hati kita selain Allah dan FirmanNya. Kita tidak boleh membuka diri secara sembarangan kepada pengalaman apapun tetapi harus terus menguji segala sesuatu dengan standar Kebenaran Allah yang absolut (1 Tesalonika 5:21). (Berita Mingguan GITS 25 Februari 2012, sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Steven Einstain Liauw, Th.D)

Kategori Gangguan Mental Makin Bertambah

Berikut ini disadur dari “Shyness, Grieving Soon to Be Classified as Mental Illness,” FoxNews, 9 Feb. 2012: “Jutaan orang yang sehat – termasuk anak-anak yang pemalu atau yang pemberontak, keluarga yang sedang berduka, dan orang-orang dengan nafsu berahi – kini bisa diberi label yang salah sebagai orang yang sakit jiwa oleh sebuah manual diagnostik internasional, demikian kata para spesialis pada hari Kamis. Dalam sebuah analisis yang mengecam revisi terbaru atas buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (disingkat DSM, sebuah buku standar internasional untuk diagnosa sakit jiwa dalam psikiatri), para psikolog, dokter psikiatri, dan ahli kesehatan jiwa, mengatakan bahwa kategori-kategori baru dan sistem diagnosa “centang kotak” dalam revisi yang terbaru ini adalah “konyol” dan bahkan bisa “berbahaya dan mengkhawatirkan.” Ada diagnosis-diagnosis – misalnya ada kondisi yang disebut “kelainan perlawanan yang menantang” dan “sindrom apati” – yang beresiko merendahkan keseriusan penyakit jiwa dan menganggap sakit perilaku-perilaku yang menurut kebanyakan orang adalah normal, atau sedikit eksentris, demikian kata para ahli. Di ujung spektrum yang lain, DSM yang baru, yang akan terbit tahun depan, dapat memberikan diagnosa medis bagi pemerkosa serial dan para penyalahguna seks – dengan label seperti ‘paraphilic coercive disorder’ – dan ini bisa membuat para pelanggar hukum lolos dari penjara dengan alasan bahwa perilaku mereka adalah bagian dari sakit jiwa. DSM dipublikasikan oleh American Psychiatric Association (APA) dan mengandung deskripsi, gejala, dan kriteria-kriteria lain untuk mendiagnosa kelainan mental (jiwa). Buku ini dipakai secara internasional sebagai semacam ‘bible’ untuk kedokteran kesehatan mental. …Simon Wessely dari Institute of Psychiatry, King’s College, London, mengatakan bahwa mengilas balik sejarah seharusnya membuat para ahli kesehatan bertanya: ‘Apakah kita memerlukan semua label ini?’ Dia mengatakan bahwa Sensus Amerika Serikat tahun 1840 hanya mengandung satu kategori kelainan mental, tetapi pada tahun 1917, APA mengakui 59. Angka itu naik menjadi 128 pada tahun 1959, menjadi 227 tahun 1980, dan naik lagi menjadi sekitar 350 dalam revisi DSM yang paling cepat pada tahun 1994 dan 2000. Allen Frances, profesor emeritus di Duke University dan ketua komite yang bertanggung jawab atas revisi DSM yang lalu, mengatakan bahwa DSM-5 yang dicanangkan ini akan ‘secara radikal dan sembrono memperlebar batas-batas psikiatri’ dan berakibat pada ‘pengobatan terhadap kenormalan, perbedaan individu, dan kriminalitas.’”

EDITOR: Psikologi modern telah sejak lama meninggalkan Tuhan, padahal Firman Tuhan adalah pedoman yang paling penting dalam mempelajari tentang “jiwa” manusia, karena Tuhanlah pencipta jiwa tersebut. Akibatnya, Psikologi dan Psikiatri sekuler menjadi semakin konyol. Homoseksualitas dulu dianggap penyakit, padahal adalah dosa. Sekarang homoseksualitas malah dilabel sebagai suatu “pilihan gaya hidup” saja. Demikian juga anak-anak yang pemberontak kini didiagnosis dengan berbagai istilah kedokteran, padahal itu adalah perilaku dosa yang memerlukan pertobatan, bukan obat-obatan.

Starbucks, Microsoft, Google, Mendukung Pernikahan Homoseksual

Starbucks, Microsoft, dan Google adalah bagian dari perusahaan-perusahaan besar yang mendukung hukum “pernikahan” homoseksual yang baru-baru ini ditandatangani di negara bagian Washington, AS. Dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada semua pegawainya, Starbucks mengatakan bahwa hukum tersebut “adalah inti dari siapa kita dan apa yang kita pentingkan” (CNSNews, 27 Jan. 2012). Pernyataan tersebut mengatakan bahwa perusahaan “secara mendalam berdedikasi untuk menerima perbedaan dan memperlakukan satu sama lain dengan rasa hormat.” Tentunya ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan global ini sedang menciptakan suatu lingkungan yang tidak akan mentolerir seseorang berbicara menentang homoseksualitas. Mereka sudah menjadi sedemikian rusak dalam hal moral dan bahkan bangga bahwa mereka berposisi melawan Allah Mahakuasa dan Alkitab. Perkembangan ini justru membuktikan bahwa Alkitab itu benar, karena pemberontakan ini sudah diberitahu dalam nubuat-nubuat kuno, seperti Mazmur 2, yang ditulis 3000 tahun yang lalu dan menggambarkan zaman yang kita tinggali ini dengan sangat sempurna. Nubuat tersebut bukan hanya memprediksikan pemberontakan global di akhir zaman, tetapi juga menggambarkan kedatangan kembali Kristus dan pendirian kerajaanNya. “Raja-raja dunia” adalah para pemimpin dunia, dan mengacu bukan hanya kepada pemimpin politik tetapi juga kapten-kapten industri-industri modern dan raja-raja serta ratu-ratu budaya pop. “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita! Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”” (Mazmur 2:1-6)